Senin, 07 Oktober 2013

Laporan Bacaan
Nama               : Rani. A. Simbolon
Semester          : V (Lima)
Mata Kuliah    : Tafsiran PL III
Dosen              : Pdt. Aritonang, M.Th
Sumber Buku : Menggali Isi Alkitab 2 Ayub-Maleakhi (sastro SoeDirdJo)

KITAB PARA NABI
            Kitab PL dimulai dengan suatu kelompok yang terdiri  dari 17 kitab SEJARAH, yakni kej s/d ester. Kelompok ini terdiri dari 5 dan 12 kitab. Lima kitab pertama, mulai dari kej s/d Ul, pentateukh yang ditulis oleh Musa, semuanya menceritakan tentang persiapan bagsa Israel untuk masuk ketanah Kanaan. Disusul dengan 12 Kitab, mulai dari Yos s/d Ester, yang juga dianggab merupakan kelompok tersendiri pula. Walaupun bukan merupakan tulisan satu orang, naumn isinya sama yaitu menceritakan tentang hal bangsa Israel MENDUDUKI tanah Kanaan. Jadi pada permulaan Pl terdapat satu kelompok Kitab yang terdiri dari 17 kitab Sejarah, dan yang terbagi atas sub-keompok, masing-masing terdiri dari 5 dan 12 kitab.
            Dua belas kitab terakhir boleh pula dibagi atas 9 dan 3. Dalam 9 kitab pertama (Yos s/d 2 Taw), yang menceritakan peristiwa sebelum pembuangan, ditanah Kanaan masih ada kerajaan daud; sedang dalam 3 kitab terakhir (Ezr, Neh,  Ester) yang menceritakan keadaan sesudah zaman pembuangan, ditanah Kanaan hanya terdapat “Sisa bangsa” yang telah Pulang kembali. Sekarang kita meningkat kepada kelompok ketiga tau kelompok terakhir, terdiri dari 17 kitab, berisi NUBUAT. Seperti halnya dengan kelompok pertama, kelompok ketiga inipun terbagi pula atas 5 dan 12, yaitu 5 kitab Nabi-Nabi besar dan 12 Kitab Nabi-Nabi Kecil. Dan 12 kitab terakhir itu pun selanjutnya dapat pula dibagi atas 9 dan 3, karena dalam 9 kitab pertama yang berasal dari zaman sebelum pembuangan (Hosea s/d Zef),tab terakhir yang bersalal dari zaman sesudah pembuangan (Hag, za,Mal), yang ada di tanah kanaan hanyalah”Sisa Bangsa” yang telah pulang kembali.
            Pembagian 17 kitab nabi-Nabi menjadi “kitab Nabi-nabi Besar” dan “nabi-Nbai kecil” bukanlah pembagian yang di buat-buat. Dalam kitab Nabi-Nabi Besar terdapat unsur-unsur asasi nubuat Pl dan Nubuat tentang Kristus. Dalam Yes, Kedatangan Kristus dinubuatkan selaku Juruselamat yang menanggung sengsara dan menjadi raja yang memerintah segenap dunia pada akhir zaman Kelak. Dalam Yer, Ia dinubuatkan selaku tunas Daud, dan raja yang akan menghimpun kembali umat yang telah dihukum dan diceraiberaikan itu. Dalam Yeh, melintasi segala  penghukuman itu, Kristus dinubuatkan selaku Raja dan Gembala, yang dalam pemerintahan-Nya yang berjaya bait Allah yang sempurna akan didirikan. Dalam DANiel, yang secra khusus menceritakan tentang segala zaman dan peristiwa yang bakal terjadi kelak, Krists dinubuatkan selaku Mesias yang berdiri tanpa tahta dan Kerajaan, namun akhirnya bangkit selaku Raja yang memerintah alam semesta di atas reruntuhan tata pemerintahan dunia kafir.
            Kitab nabi-nabi Kecil yang berjumlah 12 itu, walaupun berisis nubuat mengenai Kristus juga, namun tidak menentukan bagi bentuk nubuat-nubuat tentang Mesias itu; hanya mengikuti bentuk-bentuk umum yang telah digariskan dalam  Yes, Yer, Yeh dan Dan. Diantara kitab sejarah dan 17 Kitab Nabi-nabi Terdapat 5 kitab Puisi, yang tidak berisi sejarah maupun nubuat,melainkan pengalaman. Jadi kitab PL, yang terdiri dari 39 kitab, boleh dibagi sbb:
KITAB SEJARAH
KITAB PENGALAMAN
KITAB NUBUAT
Tujuh Belas
5+9+3
 Lima
5
Tujuh Belas
5+9+3

 Ada baiknya jika dikenang kembali sifat khas masing-masing kitab yang sudah kita pelajari.  Masing-masing kitab itu demikian menonjol sifatnya yang khas, sehingga isinya dengan mudah dapat dinyatakan dengan satu-dua kata saja.
Kejadianà kejatuhan (oleh sebab Dosa)
Keluaran à Kelepasan (Olah Darah dan Kuat Kuasa)
Imamat à Persekutuan(berdasarkan Penebusan)
Bilangan àBimbingan (Oleh Kehendak Allah)
Ulangan à Penggenapan Perjalanan (Oleh Kesetiaan Allah)
Yosua à Pendudukan (Israel menduduki Kanaan)
Hakim-hakim, Rut à Kemerosotan ( Israel Meninggalkan imannya)
I Samuel à Peralihan (dari Teokrasi kepada MOnarkhi)
II Samuel à Peneguhan (Kerajaan Daud diteguhkan)
I Raja-Rajaà perpecahan(10 suku bangsa memisahkan diri)
II Raja-Raja à Perserakan (Kedua Kerajaan itu dibuang)
I,II Tawarikh à Peninjauan Kembali (mulai Adam sampai ke zaman Pembuangan)
Ezra à pemulihan kembali (sisa bangsa pulang ke Yehuda)
Nehemiaà pembuangan Kembali (Yerusalem dibangun kembali)
Ester à pemeliharaan (terhadap orang-orang Yahudi yang tidak pulang kembali)
Ayubà berkat karena sengsara (kematian kehidupan yang lama)
Mazmur à puji-pujian melalui doa (kehidupan baru di dalam Tuhan )
Amsalà berakal Budi karena mengetahui hukum (sekolah hikmat)
Pengkotbah à kesungguhan karena kesia-siaan (dunia tidak dapat memberi kepuasaan)
Kidung Agung à kemuliaan karena persekutuan (Kristus memuaskan sepenuh-penuhnya).

UNSUR NUBUAT DI DALAM ALKITAB

            Unsur nubuat adalah satu di antara 7 unsur yang  bersama-sama merupakan keseluruhan tubuh firman Allah. Sejarah, Biografi,Nubuat,Etika,Ibadat, Pernyataan mengenai Kristus dan Pimpinan Rohani. Unsur nubuat meresapi sekalian unsur lainnya. Ia merupakan Mata Alkitab, dengan penglihatannya yang supra-alami yaitu kesanggupannya melihar ke masa lalu, masa kini dan masa datang. Sebagaimana mujizat merupakan bukti keajaiban kuat kuasa Tuhan dan sekaligus kemahakuasaan-Nya, maka demikian pula nubuat-nubuat merupakan mujizat ucapan itu, juga membuktikan kemahatahuan Tuhan, dan dengan demikian membayangkan wajah kemuliaan Allah.
NUBUAT NABI-NABI
            Sebelum menggali Kitab Nabi-Nabi, kita harus mempunyai pengertian yang terang tentang sifat-sifat nubuat dan tentang arti dan kedudukan golongan nabi diantara umat Israel.
I.                   NUBUAT BUKAN HANYA BERSIFAT RAMALAN
Pertama, kita harus mengerti bahwa nubuat bukan hanya bersifat ramalan saja. Banyak orang menganggap nubuat senantiasa demikian tidakalah benar. “Nabi” berarti seorang yang berkataganti oran g lain, atau boleh disebut sebagai”penyambung lidah”. Ingatlah, ketika Musa takut pergi kepada orang Israel di negeri Mesir, karena merasa tidak fasih lidahnya, maka Tuhan berfirman , “lihat , Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi firaun, dan harun, abangmu akan menjadi NABIMU (kel 7:1)” harun dijadikan nabi bagi Musa, berarti ia harus berkata ganti Musa atau ia dijadikan penyambung lidah bagi Musa.
            Sebab itu perlu dicatat, bahwa walaupun segenap ramalan Alkitab adalah nubuat, namun semua nubuat bukan ramalan. Nubuat dapat berkenan dengan perkara-perkara yang telah lampau atau apa yang terjadi pada masa kini, atau akan terjadi pada masa yang akan datang. Dalam hal pertama, nubuat berarti menyatakan sesuatu menurut yang sebenarnya berkat pengilhaman Tuhan; dalam hal terakhir , nubuat berarti menyatakansesuatu tentang hal yang bakal terjadi berdasarkan pengilhanman Tuhan. Nubuat yang tidak merupakan ramalan berarti; memberitakan kebenaran mengenai suatu pokok tertentu yang diterima langsung dengan ilham Tuhan. Nubuat yang merupakan ramalan berarti; memberitakan keadaan pada masa yang akan datang, yang mustahil dapat dinyatakan berdasarkan hikmat manusia, melainkan langsung berdasarkan ilham dari Allah. 
II.                NUBUAT SELAKU HASIL PENGILHAMAN
Disini perlu kami tekankan, bahwa yang dimaksud nubuat dalam Alkitab ialah: hasil dan pernyataan suartu Ilham yang datang secara khusus dan langsung dari Allah. Kata ibrani” NABHI” mempunyai kata dasar yang artinya ; memancar ke luar sebagai pancaran air. Jadi berarti; memancarkan kata-kata deengan semangat yang meluap-luap bedarsarkan pengilahaman Tuhan. Sebab itu perkataan “NABI” berarti ; orang yang di ilhami dan di dorong oleh kuasa Tuhan sehingga ia menyatakan ilham itu.  Bila para nabi hendak menyampaikan firman Allah, senantiasa kata-kata mereka disertai dengan ucapan , beginilah firman Tuhan. Guru-guru bangsa kafir berbicara kepada orang banyak mengenai budi pekerti, uraian metafisis atau filsafat tapi nabi-nabi orang Ibrani datang kepada orang banyak”untuk menyampaikan berita tentang kehendak Dia yang bertahta di sorga, serta untuk menyatakan gagasan-gagasan dan maksud-maksud yang lebih tinggi daripada gagasan dan tujuan mereka sendiri”. Mereka itu berkata-kata”tidak selaku manusia yang berkata-kata kepada orang banyak, melainkan selaku orang yang telah diberi kuasa oleh Tuhan untuk berkata-kata dalam nama-Nya kepada orang-orang berdosa”.

            Ini dengan sendirinya menimbulkan pertanyaan, bagaimanakah sifat Ilham yang mendorong Nabi-nabi menulis atau berkata-kata ?”  dalam 2 pet 1:21 dikatakan bahwa nabi-nabi itu ‘dorongan Roh Kudus’. Dan dalam naskah bh Yunani, kata yang diterjemahkan’’dorongan” mengandung arti; digerakkan, dipaksa atu ditarik. Kata itu terdapat pula dalam kis 27:15 untuk menyatakan bahwa kapal yang ditumpangi oleh paulus dilandanya dan tidak tahan menghadapi angi haluan.’ Jadi, suatu perkataan yang keras, yang menerangkan yang supra-alami yang bekerja dalam diri mereka, sehingga mereka barkata langsung daripada Allah. Dalam PB dipakai istilah__ Tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang bebicara atas nama Allah 2 pet 1:21 apa yang dikerjakan oleh Roh Kudus dalam hati nabi-nabi, adalah suatu pengilhaman yang lengkap sampai kepada pengungkapan tanpa kekeliruan sekelumitpun dari kebenaran yang diterima para nabi itu dari Tuhan.