Laporan Bacaan
Nama
: Rani. A. Simbolon
Semester
: V (Lima)
Mata
Kuliah : Tafsiran PL III
Dosen
: Pdt. Aritonang, M.Th
Sumber
Buku : Menggali Isi Alkitab 2
Ayub-Maleakhi (sastro SoeDirdJo)
KITAB PARA NABI
Kitab PL dimulai dengan suatu
kelompok yang terdiri dari 17 kitab
SEJARAH, yakni kej s/d ester. Kelompok ini terdiri dari 5 dan 12 kitab. Lima
kitab pertama, mulai dari kej s/d Ul, pentateukh yang ditulis oleh Musa,
semuanya menceritakan tentang persiapan bagsa Israel untuk masuk ketanah
Kanaan. Disusul dengan 12 Kitab, mulai dari Yos s/d Ester, yang juga dianggab
merupakan kelompok tersendiri pula. Walaupun bukan merupakan tulisan satu
orang, naumn isinya sama yaitu menceritakan tentang hal bangsa Israel MENDUDUKI
tanah Kanaan. Jadi pada permulaan Pl terdapat satu kelompok Kitab yang terdiri
dari 17 kitab Sejarah, dan yang terbagi atas sub-keompok, masing-masing terdiri
dari 5 dan 12 kitab.
Dua belas kitab terakhir boleh pula
dibagi atas 9 dan 3. Dalam 9 kitab pertama (Yos s/d 2 Taw), yang menceritakan
peristiwa sebelum pembuangan, ditanah Kanaan masih ada kerajaan daud; sedang
dalam 3 kitab terakhir (Ezr, Neh, Ester)
yang menceritakan keadaan sesudah zaman pembuangan, ditanah Kanaan hanya
terdapat “Sisa bangsa” yang telah Pulang kembali. Sekarang kita meningkat
kepada kelompok ketiga tau kelompok terakhir, terdiri dari 17 kitab, berisi
NUBUAT. Seperti halnya dengan kelompok pertama, kelompok ketiga inipun terbagi
pula atas 5 dan 12, yaitu 5 kitab Nabi-Nabi besar dan 12 Kitab Nabi-Nabi Kecil.
Dan 12 kitab terakhir itu pun selanjutnya dapat pula dibagi atas 9 dan 3,
karena dalam 9 kitab pertama yang berasal dari zaman sebelum pembuangan (Hosea
s/d Zef),tab terakhir yang bersalal dari zaman sesudah pembuangan (Hag, za,Mal),
yang ada di tanah kanaan hanyalah”Sisa Bangsa” yang telah pulang kembali.
Pembagian 17 kitab nabi-Nabi menjadi
“kitab Nabi-nabi Besar” dan “nabi-Nbai kecil” bukanlah pembagian yang di
buat-buat. Dalam kitab Nabi-Nabi Besar terdapat unsur-unsur asasi nubuat Pl dan
Nubuat tentang Kristus. Dalam Yes, Kedatangan Kristus dinubuatkan selaku
Juruselamat yang menanggung sengsara dan menjadi raja yang memerintah segenap
dunia pada akhir zaman Kelak. Dalam Yer, Ia dinubuatkan selaku tunas Daud, dan
raja yang akan menghimpun kembali umat yang telah dihukum dan diceraiberaikan
itu. Dalam Yeh, melintasi segala
penghukuman itu, Kristus dinubuatkan selaku Raja dan Gembala, yang dalam
pemerintahan-Nya yang berjaya bait Allah yang sempurna akan didirikan. Dalam DANiel,
yang secra khusus menceritakan tentang segala zaman dan peristiwa yang bakal
terjadi kelak, Krists dinubuatkan selaku Mesias yang berdiri tanpa tahta dan Kerajaan,
namun akhirnya bangkit selaku Raja yang memerintah alam semesta di atas
reruntuhan tata pemerintahan dunia kafir.
Kitab nabi-nabi Kecil yang berjumlah
12 itu, walaupun berisis nubuat mengenai Kristus juga, namun tidak menentukan
bagi bentuk nubuat-nubuat tentang Mesias itu; hanya mengikuti bentuk-bentuk
umum yang telah digariskan dalam Yes,
Yer, Yeh dan Dan. Diantara kitab sejarah dan 17 Kitab Nabi-nabi Terdapat 5
kitab Puisi, yang tidak berisi sejarah maupun nubuat,melainkan pengalaman. Jadi
kitab PL, yang terdiri dari 39 kitab, boleh dibagi sbb:
|
KITAB SEJARAH
|
KITAB PENGALAMAN
|
KITAB NUBUAT
|
|
Tujuh Belas
5+9+3
|
Lima
5
|
Tujuh Belas
5+9+3
|
Ada baiknya jika dikenang kembali sifat khas
masing-masing kitab yang sudah kita pelajari.
Masing-masing kitab itu demikian menonjol sifatnya yang khas, sehingga
isinya dengan mudah dapat dinyatakan dengan satu-dua kata saja.
Kejadianà
kejatuhan (oleh sebab Dosa)
Keluaran
à
Kelepasan (Olah Darah dan Kuat Kuasa)
Imamat
à
Persekutuan(berdasarkan Penebusan)
Bilangan
àBimbingan
(Oleh Kehendak Allah)
Ulangan
à
Penggenapan Perjalanan (Oleh Kesetiaan Allah)
Yosua
à
Pendudukan (Israel menduduki Kanaan)
Hakim-hakim,
Rut à
Kemerosotan ( Israel Meninggalkan imannya)
I
Samuel à
Peralihan (dari Teokrasi kepada MOnarkhi)
II
Samuel à
Peneguhan (Kerajaan Daud diteguhkan)
I
Raja-Rajaà
perpecahan(10 suku bangsa memisahkan diri)
II
Raja-Raja à
Perserakan (Kedua Kerajaan itu dibuang)
I,II
Tawarikh à
Peninjauan Kembali (mulai Adam sampai ke zaman Pembuangan)
Ezra
à
pemulihan kembali (sisa bangsa pulang ke Yehuda)
Nehemiaà
pembuangan Kembali (Yerusalem dibangun kembali)
Ester
à
pemeliharaan (terhadap orang-orang Yahudi yang tidak pulang kembali)
Ayubà
berkat karena sengsara (kematian kehidupan yang lama)
Mazmur
à
puji-pujian melalui doa (kehidupan baru di dalam Tuhan )
Amsalà
berakal Budi karena mengetahui hukum (sekolah hikmat)
Pengkotbah
à
kesungguhan karena kesia-siaan (dunia tidak dapat memberi kepuasaan)
Kidung
Agung à
kemuliaan karena persekutuan (Kristus memuaskan sepenuh-penuhnya).
UNSUR NUBUAT DI DALAM ALKITAB
Unsur nubuat adalah satu di antara 7
unsur yang bersama-sama merupakan
keseluruhan tubuh firman Allah. Sejarah, Biografi,Nubuat,Etika,Ibadat,
Pernyataan mengenai Kristus dan Pimpinan Rohani. Unsur nubuat meresapi sekalian
unsur lainnya. Ia merupakan Mata Alkitab, dengan penglihatannya yang
supra-alami yaitu kesanggupannya melihar ke masa lalu, masa kini dan masa
datang. Sebagaimana mujizat merupakan bukti keajaiban kuat kuasa Tuhan dan
sekaligus kemahakuasaan-Nya, maka demikian pula nubuat-nubuat merupakan mujizat
ucapan itu, juga membuktikan kemahatahuan Tuhan, dan dengan demikian
membayangkan wajah kemuliaan Allah.
NUBUAT
NABI-NABI
Sebelum menggali Kitab Nabi-Nabi,
kita harus mempunyai pengertian yang terang tentang sifat-sifat nubuat dan
tentang arti dan kedudukan golongan nabi diantara umat Israel.
I.
NUBUAT BUKAN HANYA BERSIFAT RAMALAN
Pertama,
kita harus mengerti bahwa nubuat bukan hanya bersifat ramalan saja. Banyak
orang menganggap nubuat senantiasa demikian tidakalah benar. “Nabi” berarti
seorang yang berkataganti oran g lain, atau boleh disebut sebagai”penyambung
lidah”. Ingatlah, ketika Musa takut pergi kepada orang Israel di negeri Mesir,
karena merasa tidak fasih lidahnya, maka Tuhan berfirman , “lihat , Aku
mengangkat engkau sebagai Allah bagi firaun, dan harun, abangmu akan menjadi
NABIMU (kel 7:1)” harun dijadikan nabi bagi Musa, berarti ia harus berkata
ganti Musa atau ia dijadikan penyambung lidah bagi Musa.
Sebab itu perlu dicatat, bahwa
walaupun segenap ramalan Alkitab adalah nubuat, namun semua nubuat bukan
ramalan. Nubuat dapat berkenan dengan perkara-perkara yang telah lampau atau
apa yang terjadi pada masa kini, atau akan terjadi pada masa yang akan datang.
Dalam hal pertama, nubuat berarti menyatakan sesuatu menurut yang sebenarnya
berkat pengilhaman Tuhan; dalam hal terakhir , nubuat berarti menyatakansesuatu
tentang hal yang bakal terjadi berdasarkan pengilhanman Tuhan. Nubuat yang
tidak merupakan ramalan berarti; memberitakan kebenaran mengenai suatu pokok
tertentu yang diterima langsung dengan ilham Tuhan. Nubuat yang merupakan ramalan
berarti; memberitakan keadaan pada masa yang akan datang, yang mustahil dapat
dinyatakan berdasarkan hikmat manusia, melainkan langsung berdasarkan ilham
dari Allah.
II.
NUBUAT SELAKU HASIL PENGILHAMAN
Disini
perlu kami tekankan, bahwa yang dimaksud nubuat dalam Alkitab ialah: hasil dan
pernyataan suartu Ilham yang datang secara khusus dan langsung dari Allah. Kata
ibrani” NABHI” mempunyai kata dasar
yang artinya ; memancar ke luar sebagai pancaran air. Jadi berarti; memancarkan
kata-kata deengan semangat yang meluap-luap bedarsarkan pengilahaman Tuhan.
Sebab itu perkataan “NABI” berarti ; orang yang di ilhami dan di dorong oleh
kuasa Tuhan sehingga ia menyatakan ilham itu.
Bila para nabi hendak menyampaikan firman Allah, senantiasa kata-kata
mereka disertai dengan ucapan , beginilah firman Tuhan. Guru-guru bangsa kafir
berbicara kepada orang banyak mengenai budi pekerti, uraian metafisis atau
filsafat tapi nabi-nabi orang Ibrani datang kepada orang banyak”untuk
menyampaikan berita tentang kehendak Dia yang bertahta di sorga, serta untuk
menyatakan gagasan-gagasan dan maksud-maksud yang lebih tinggi daripada gagasan
dan tujuan mereka sendiri”. Mereka itu berkata-kata”tidak selaku manusia yang
berkata-kata kepada orang banyak, melainkan selaku orang yang telah diberi
kuasa oleh Tuhan untuk berkata-kata dalam nama-Nya kepada orang-orang berdosa”.
Ini dengan sendirinya menimbulkan
pertanyaan, bagaimanakah sifat Ilham yang mendorong Nabi-nabi menulis atau berkata-kata
?” dalam 2 pet 1:21 dikatakan bahwa
nabi-nabi itu ‘dorongan Roh Kudus’. Dan dalam naskah bh Yunani, kata yang
diterjemahkan’’dorongan” mengandung arti; digerakkan, dipaksa atu ditarik. Kata
itu terdapat pula dalam kis 27:15 untuk menyatakan bahwa kapal yang ditumpangi
oleh paulus dilandanya dan tidak tahan menghadapi angi haluan.’ Jadi, suatu
perkataan yang keras, yang menerangkan yang supra-alami yang bekerja dalam diri
mereka, sehingga mereka barkata langsung daripada Allah. Dalam PB dipakai istilah__
Tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh
Kudus orang-orang bebicara atas nama Allah 2 pet 1:21 apa yang dikerjakan oleh
Roh Kudus dalam hati nabi-nabi, adalah suatu pengilhaman yang lengkap sampai
kepada pengungkapan tanpa kekeliruan sekelumitpun dari kebenaran yang diterima
para nabi itu dari Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar